Art & Culture

Tradisi Mebuug-buugan

Bali adalah salah satu pulau yang kaya akan budaya dan tradisi, salah satunya ialah tradisi Mebuug-buugan. Terletak di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung, Bali tradisi unik ini digelar usai perayaan hari Nyepi lewat perang lumpur.

Tradisi ini sarat dengan makna filosofi. Tradisi perang lumpur yang dikenal dengan mebuug-buugan berasal dari kata Buug yang artinya tanah atau lumpur. "Mebuug-buugan berarti interaksi dengan menggunakan tanah atau lumpur."

Tujuan tradisi ini ialah untuk menetralisir dari hal-hal atau sifat buruk. Jadi, mebuug-buugan itu manusia divisualisasikan sebagai tanah atau lumpur sebagai wujud Bhutakala (roh-roh jahat). "Kekotoran yang melekat pada manusia itulah yang harus dibersihkan".

Dalam perang lumpur itu, semua pesertanya adalah kaum laki-laki dan perempuan dari semua usia. Mereka berperang bersama-sama dengan menggunakan lumpur saling lempar dalam suasana keceriaan dan kebersamaan. Setelah acara perang lumpur selesai, para warga bersama-sama membersihkan diri dengan berjalan menuju pantai berpasir putih di sisi barat Desa Kedonganan.

Mari kita tetap jaga dan lestarikan budaya dan tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur. Jaga Bali tetap Ajeg dan Shanti 🙏

Photo Credit : @arrywibowo (Instagram)

You Might Also Like

View All

About Us

Plaza Renon menghadirkan sebuah konsep baru dimana Anda dapat berkumpul dengan keluarga atau rekan bisnis Anda sambil menikmati ragam menu kuliner yang ada baik restaurant maupun gerai kuliner ternama.

Read more..